Fatwa Ulama : Penyebutan 7 Lapis Bumi dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah

tafsir-al-quran-300x195

FATWA LAJNAH DAIMAH LILBUHUTS AL-ILMIYAH WALIFTA’

JILID 1 TENTANG AQIDAH

Disusun oleh : ASY-SYAIKH AHMAD BIN ABDURRAZAQ AD-DUWAISY

هل يوجد في القرآن الكريم الأرضون السبع أو عن النبي

الفتوى رقم 8805

س: هل يوجد في القرآن الكريم الأرضون السبع أو عن النبي صلى الله عليه وسلم لأن فيه اختلافا بيننا؟ وفي أي سورة من القرآن الكريم أو حديث عن النبي صلى الله عليه وسلم؟ جزاكم الله خير الجزاء.

جـ: ثبت في القرآن الكريم أن الله تعالى خلق سبع أرضين, كما خلق سبع سماوات, قال سبحانه: الله الذى خلق سبع سماوات ومن الأرض مثلهن يتنزل الأمر بينهن لتعلموا أن الله على كل شيء قدير وأن الله قد أحاط بكل شيء علما وثبت أيضا في الحديث الصحيح: أن الأرضين سبع, فقد روى البخاري ومسلم, عن سعيد بن زيد رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: من اقتطع شبرا من الأرض ظلما طوقه الله يوم القيامة من سبع أرضين وفي الصحيحين عن عائشة مرفوعا مثله.

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد, وآله وصحبه وسلم.

اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
الرئيس : عبد العزيز بن عبد الله بن باز
نائب رئيس : اللجنة عبد الرزاق عفيفي
عضو    : عبد الله بن غديان
عضو    : عبد الله بن قعود

Apakah tentang bumi ada tujuh lapis terdapat dalam Al-Qur’an ataukah dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam?

Fatwa nomor 8805

Soal :

Apakah tentang bumi ada tujuh lapis terdapat dalam Al-Qur’an ataukah dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, karena ada perbedaan pendapat di antara kami tentangnya? Di surat apa atau hadits yang mana dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam? Semoga Allah membalas anda sekalian dengan kebaikan.

Jawab :

Telah tetap dalam Al-Qur’an Al-Karim bahwa Allah ta’ala menciptakan tujuh lapis bumi, sebagaimana menciptakan tujuh lapis langit, Allah berfirman:

الله الذى خلق سبع سماوات ومن الأرض مثلهن يتنزل الأمر بينهن لتعلموا أن الله على كل شيء قدير وأن الله قد أحاط بكل شيء علما

“Allah-lah yang telah menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

Dan telah tetap pula dalam hadits shahih bahwa bumi ada tujuh lapis, telah diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من اقتطع شبرا من الأرض ظلما طوقه يوم القيامة من سبع أرضين

“Barangsiapa merampas/mengambil sejengkal tanah secara dhalim maka akan dikalungkan padanya dari tujuh lapis bumi pada hari kiamat”, dan dalam shahihain terdapat hadits serupa diriwayatkan dari ‘Aisyah secara marfu’.

Wabillahittaufiq, washallallahu ‘ala nabiyina muhammad wa alihi wasallam.

Komite Tetap Riset Ilmiyah dan Fatwa
Ketua : Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Wakil ketua : Abdurrazaq ‘Afifi
Anggota : Abdullah bin Ghudayan
Anggota : Abdullah bin Qu’ud

(Sumber : Fatwa lajnah daimah lilbuhuts al-ilmiyah walifta’ tentang aqidah yang disusun oleh Syaikh Ahmad bin Abdurrazaq Ad-Duwaisy, dari situs http://www.dorar.net atau mauqi’u ad-durar as-saniyah).

Sumber : klikuk.com

Hukum Makan Di Warung yang Jual Minuman Keras

images2

Oleh Ustadz Ammi Nur Baits

Pertanyaan :

Bolehkah makan di warung yang menjual bir? Trim’s

Jawaban :

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلاَ يَقْعُدْ عَلَى مَائِدَةٍ يُدَارُ عَلَيْهَا الْخَمْرُ

Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah dia duduk di hidangan makanan yang di sana disediakan khamr. (HR. Ahmad 15027, Turmudzi 2801 dan dishahihkan al-Albani).

Hadis ini yang menjadi dasar larangan makan di warung atau rumah makan yang menyediakan khamr.

Bagaimana jika tidak ada warung lain?

Kita simak penjelasan Syaikh Ubaid al-Jabiri.

Beliau pernah ditanya tentang hukum makan di restoran yang menjual khamr.

Jawaban beliau,

أقول: هنا حالتان:

الحالة الأولى: أن تكون مُضطرًا؛ فليس عندك مكانٌ تأكل فيه إلا هذا المطعم؛ فإنه في هذه الحال لا بأس عليك -إن شاء الله-. والذي يظهرُ أنك منكرٌ لهذا الصنيع بقلبك؛ هذا كافي.

الحال الثانية: أن يُمكنك أن تأكل طعامك في مكان آخر؛ كأن يوجد مطعم لا يُباع فيه خمر، أو تستطيع حمل الطعام إلى مكانٍ آخر؛ إلى البيت، أو إلى حديقة، أو إلى أي مكان؛ ففي هذه الحالة لا تأكل في مطعمٍ يُباع فيه الخمر.

Menurut saya, hukum semacam ini ada dua,

Pertama, kondisinya anda terpaksa, anda tidak memiliki tempat lain untuk makan selain restoran itu. Dalam kondisi ini, tidak masalah makan di sana – insyaaAllah-. Selama anda mengingkari tindakan pemilik warung ini dalam hati, itu sudah cukup.

Kedua, masih memungkinkan bagi anda untuk makan di tempat lain. Misalnya, anda masih menemukan restoran yang tidak menjual khamr, atau anda bisa membungkus makanan ke tempat lain, ke rumah atau ke taman, atau ke tempat lain. Dalam kondisi ini, anda tidak boleh makan di restoran yang menjual khamr.

Sumber : http://ar.miraath.net/audio/1022

Anda bisa terapkan solusi kedua. Silahkan beli di warung itu, tapi tidak boleh di makan di sana. Anda cukup bungkus dan dimakan di tempat lain.

Allahu a’lam.

Sumber : konsultasisyariah.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.