Aqidah · Kumpulan Fatwa Ulama

Komentar Para Ulama Tentang Tabib Ibnu Sina

Ibnu sina

  • Komentar Para Ulama tentang Ibnu Sina

من هــو ابـن سينــا ؟
اقـرأ لتعـرف حقيقتـه

Siapakah Ibnu Sina?
Bacalah artikel berikut agar Anda bisa mengetahui keadaan dia yang sebenarnya.

اشتهر بابن سينا، واسمه/ الحسين بن عبدالله، شهرته عريضة فقلَّ أن تجد من لا يعرفه .. إلا أنه قلَّ من يعرف عقيدته! .. فإنه مع ضلاله إلا أننا نجد المستشفيات تسمى باسمه في بلاد الإسلام.

Dia terkenal dengan nama Ibnu Sina. Nama lengkapnya adalah Al Husain bin Abdillah. Figurnya sudah terkenal luas, sehingga sangat jarang orang yang tidak mengenalnya. Tapi sangat jarang juga orang yang mengenal aqidahnya. Walaupun dia adalah orang yang sesat, akan tetapi kita mendapati banyak rumah sakit di negeri-negeri Islam yang diberi nama dengan namanya.

إليك أخي/أختي القارئـ/ـة كلام أئمتنا -رحمهم الله- وما قالوه عن الطبيب ابن سينا:

Berikut kami bawakan kepada Anda, saudara (i) para pembaca, ucapan para ulama kita -rahimahumullah- mengenai tabib Ibnu Sina ini:

:قال ابن تيمية -رحمه الله
« وكذلك ابن سينا وغيره يذكر من التنقص بالصحابة ما ورثه عن أبيه وشيعته القرامطه … »
[نقض المنطق : ص87]

Ibnu Taimiah -rahimahullah- berkata: Demikian halnya dengan Ibnu Sina dan selainnya, dia merendahkan para sahabat radhiyalahu ‘anhum. Aqidah ini dia wariskan dari ayahnya dan Al Qaramithoh yang menjadi sektenya. [Naqdh Al Manthiq hal. 87]

:وقال
« والمقصود هنا ان ابن سينا أخبر عن نفسه أن أهل بيته
-أباه وأخاه- كانوا من هؤلاء الملاحدة وأنه إنما اشتغل بالفلسفة بسبب ذلك …»
[الرد على المنطقيين : ص141]

Beliau juga berkata: Intinya di sini, Ibnu Sina sendiri mengabarkan bahwa keluarganya -ayah dan saudaranya- adalah mulhid. Dan itulah yang menyebabkan dia larut mempelajari filsafat. [Ar Radd ‘ala Al Manthiqin hal. 141]

:وقال
« مايقوله ابن سينا وأمثاله ، وهؤلاء قولهم شر من قول اليهود والنصارى ومشركي العرب »
[الجواب الصحيح : ج4 ص463]

Beliau juga berkata: Ucapan Ibnu Sina dan sebangsanya, ucapan mereka lebih buruk daripada ucapan Yahudi, Nashrani, dan musyrikin Arab. [Al Jawab Ash Shahih: 4/463]

:وقال ابن القيم -رحمه الله
« إمام الملحدين ابن سينا »
[إغاثة اللهفان : ج2 / ص267]

Ibnu Al Qayyim -rahimahullah- berkata: Pimpinan orang-orang mulhid, Ibnu Sina. [Ighatsah Al Luhfan: 2/267]

:وقال ابن الصلاح -رحمه الله
« كان شيطاناً من شياطين الإنس »
[فتاوى ابن الصلاح : ج1 ص209]

Ibnu Ash Shalah -rahimahullah- berkata: Ibnu Sina ada salah satu setan dari setan-setan jenis manusia. [Fatawa Ibni Ash Shalah: 1/209]

:وقال الإمام الذهبي في ميزان الاعتدال
« ما أَعْلَمُهُ – أي ابن سينا – روى شيئا من العلم ، ولو روى لما حلَّت له الرواية عنه ، لأنه فلسفي النحلة ، ضال »

Imam Adz Dzahabi berkata dalam Mizan Al I’tidal: Saya tidak tahu sama sekali kalau dia -yakni Ibnu Sina- ada meriwayatkan hadits. Seandainya pun ada, niscaya tidak halal meriwayatkan dari dia. Karena dia seorang penganut filsafat lagi sesat.

قال ابن حجر معلقا على عبارة الذهبي:
« لا رضـي اللـه عنه ».

Ibnu Hajar berkata mengomentari ucapan Adz Dzahabi di atas: Semoga Allah tidak meridhainya (Ibnu Sina).

Syaikh Shalih bin Fauzan Abdullah Al Fauzan hafidzahullah ditanya :

Pertanyaan : Syaikh yang mulia, semoga Allah memberi kebaikan kepadamu. Apa pendapatmu kepada orang yang memuji Ibnu Sina dan menjadikan dia termasuk salah satu ulama’ kaum muslimin, semoga Allah membalas kebaikan kepadamu ?

ibnu sina

Jawaban :  Orang yang mengatakan hal tersebut berada diantara dua kemungkinan. Kemungkinan pertama dia adalah orang  jahil dan tidak mengetahui keadaan Ibnu Sina, maka orang yang demikian tidak pantas untuk berbicara tentang Ibnu Sina, yang menjadi kewajibannya adalah diam. Kemungkinan kedua dia mengetahui keadaan asli Ibnu Sina, tahu kekafirannya, menetapkan hal tersebut, maka hukumnya sebagaimana Ibnu Sina, dan kita berlindung kepada Allah dari hal yang demikian. Karena dia mengetahui dan menetapkan kekafiran Ibnu Sina namun dia malah memberikan pujian kepadanya, sungguh ini perkara yang berbahaya.

Akan tetapi sebagian orang yang memberikan pujian kepada Ibnu Sina karena penghormatan bahwa dia seorang dokter saja. Ini merupakan perkara dunia. Dia (Ibnu Sina) seorang dokter dan diantara orang kafir ada dokter yang lebih ahli dari pada Ibnu Sina, maka mengapa hanya mengkhususkan pujian kepada Ibnu Sina ?? Mereka katakan : Karena Ibnu Sina itu menyandarkan dirinya kepada Islam, sehingga ini merupakan kebanggan untuk Islam. Kita katakan : Islam berlepas diri darinya dan Islam tidak membutuhkannya. Kesimpulannya bahwa Ibnu Sina tidak layak untuk dipuji dan diberi rekomendasi karena dia seorang penganut sekte Bathiniyyah (salah satu aliran Syi’ah), seorang ahli filsafat, atheis, dia bolehnya menyatakan bahwa alam ini terdahulu.

(At Ta’liiq Al Mukhtashar ‘alal Qasiidah An Nuuniyah, hal. 1328)

  • Bagaimana Pendapat Ulama Tentang Kelompok Bathiniyyah (Fatimiyyun)???

Imam Abdul Qohir al-Baghdady (meninggal tahun 429 H) -rahimahullah- berkata: “Madzhab Bathiniyyah BUKAN DARI ISLAM, tapi dia dari kelompok MAJUSI (penyembah api).” [Al-Farqu bainal Firoq oleh al-Baghdady hal. 22]

Beliau juga berkata: “Ketahuilah bahwa bahayanya Bathiniyyah ini terhadap kaum muslimin lebih besar dari pada bahayanya Yahudi, Nasrani, Majusi serta dari semua orang kafir bahkan lebih dahsyat dari bahayanya Dajjal yang akan muncul di akhir zaman.” [Al-Farqu bainal Firoq oleh al-Baghdady hal. 282]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rahimahullah- mengatakan: “Sesungguhnya Bathiniyyah itu orang yang paling fasik dan kafir. Barangsiapa yang mengira bahwa mereka itu orang yang beriman dan bertakwa serta membenarkan silsilah nasab mereka (pengakuan mereka dari keturunan ahli bait/Ali bin Abi Tholib,-pent) maka orang tersebut telah bersaksi tanpa ilmu. Allah berfirman, yang artinya :

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya” (QS. Al-Isra: 36)

Dan Allah berfirman, yang artinya:

“Kecuali orang yang bersaksi dengan kebenaran sedang dia mengetahui” (QS.Az-Zukhruf : 86)

Para Ulama telah sepakat bahwa mereka adalah orang-orang zindik dan munafik. Mereka menampakkan ke-Islaman dan menyembunyikan kekufuran. Para Ulama juga sepakat bahwa pengakuan nasab mereka dari silsilah ahlul bait tidaklah benar. Para Ulama juga mengatakan bahwa mereka itu berasal dari keturunan Majusi dan Yahudi. Hal ini sudah tidak asing lagi bagi Ulama dari setiap madzhab baik Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, maupun Hanabilah serta ahli hadits, ahli kalam, pakar nasab dll. [Majmu Fatawa oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah 35/120-132]

Demikian beberapa kutipan ucapan para ulama mengenai buruknya aqidah Ibnu Sina, semoga menjadi pelajaran bagi semua pihak. Allahumma aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s