Jejak Salafush Shalih

Akhir Perjalanan Ahli Bid’ah

Dari Abu Qilabah rahimahullah, beliau berkata:

Tidak ada seseorang yang mengadakan suatu kebid’ahan melainkan suatu saat dia akan menganggap halal menghunus pedang (menumpahkah darah kaum muslimin, atau memberontak kepada pemerintah).” (Al-I’tisham, 1/112, Ad-Darimi, 1/58 no. 99)

Ayyub rahimahullah biasa menamakan ahli bid’ah itu sebagai Khawarij. Beliau mengatakan:

Sesungguhnya orang-orang Khawarij itu hanya berbeda dalam hal nama dan julukan, namun mereka sepakat dalam hal menghalalkan darah kaum muslimin.” (Al-I’tisham, 1/113)

Ada seseorang berkata kepada Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu: “Segala puji hanya bagi Allah yang telah menjadikan hawa nafsu kami berjalan di atas hawa nafsu kalian (yakni para shahabat).” Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu segera menimpali, “Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kebaikan sedikitpun di dalam hawa nafsu itu. Ia dinamakan hawa karena ia menjerumuskan pemiliknya ke dalam neraka.” (Asy-Syarhu wal Ibanah hal. 123 no. 62)

(Diambil dari Lammud Durril Mantsur minal Qaulil Ma’tsur karya Abu Abdillah Jamal bin Furaihan Al-Haritsi)

Sumber: Majalah Asy Syari’ah, no. 08/I/1425H/2004, rubrik Permata Salaf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s