Jejak Salafush Shalih

Takwa

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Orang yang bertakwa adalah orang-orang yang takut kepada Allah dan siksa-Nya ketika ia meninggalkan petunjuk yang diketahui, dan mengharap rahmat-Nya ketika membenarkan wahyu yang Dia turunkan.

Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata:

Takwa bukanlah hanya dengan puasa di siang hari, shalat malam dan menggabungkan dua amalan ini. Namun takwa adalah meninggalkan apa yang diharamkan Allah dan menunaikan kewajiban-Nya. Barangsiapa yang diberi karunia kebaikan setelahnya, itu adalah kebaikan di atas kebaikan.

Tholq bin Habib rahimahullah berkata:

Takwa adalah taat kepada Allah di atas cahaya-Nya (ilmu) dengan mengharap pahala-Nya dan meninggalkan maksiat di atas cahaya Allah karena takut akan siksa-Nya.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:

Takwa adalah Allah ditaati dan tidak didurhakai, diingat dan tidak dilupakan, disyukuri (kenikmatan-Nya) dan tidak diingkari.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ditanya tentang takwa, maka beliau menjawab:

Apakah kamu pernah menginjak jalan yang berduri?
Ya” jawab penanya.
Lalu apa yang kamu lakukan?” tanya Abu Hurairah.
Dia berkata, “Jika aku melihat duri maka aku menghindarinya, atau aku lewati atau aku memagarinya.
Abu Hurairah berkata: “Itulah takwa.

(Dinukil dari Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, Ibnu Rajab, hal. 244-245)

Sumber: Majalah Asy Syari’ah, no. 03/I/Ramadhan 1424 H/Oktober-November 2003, rubrik Permata Salaf.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s