Hadits

40 Hadits Seputar Menuntut Ilmu (31-40)

istimewa di hari kiamat

Hadits no 31

Pahala Mengajak Orang Kepada Kebaikan dan Dosa Mengajak Orang Kepada Keburukan

عن أبي هريرة , أنّ رسول الله صلّى الله عليه وسلّم قال : ” من دعا إلى هدى , كان له من الأجرمثل أجور من تبعه , لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا , ومن دعا إلى ضلالة , كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه , لا ينقص ذلك من آثامهم شيئا

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, dia akan mendapatkan pahala seperti pahala yang diperoleh orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan, maka dia akan mendapatkan dosa sebanyak yang diperoleh oleh orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.” [Shahih : Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah dalam shahih nya, hadits no 6804]

Hadits no 32

Orang yang Paham Agama, Akan terhindar dari Kemunafikan.

عن ابي هريرة قال : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : ” حَصْلَتَانِ لاَ تَجْتَمِعَانَ فِي مُنَا فِقٍ حُسْنُ سَمْتٍ , وَلاَ فِقْهٌ فِي الدِّيْنِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Dua perkara yang tidak akan terkumpul pada diri orang munafik : Budi Pekerti (Akhlak) yang baik dan Paham dalam masalah agama.”

[Shahih : Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi rahimahullah dalam sunan nya, hadits no 2684. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/72 dan Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no 278]

Hadits no 33

Wanita yang terbaik adalah wanita yang tidak malu belajar agama

قَالَتْ عَائِشَةُ : نِعْمَ النِّسَاءُ نِسَاءُ الأَنْصَارِ لَمْ يَمْنَعْهُنَّ الْحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهْنَ فِي الدِّينِ.

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ ، قَالَتْ : جَاءَتْ أُمُّ سُلَيْمٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ ، فَهَلْ عَلَى الْمَرْأَةِ مِنْ غُسْلٍ إِذَا احْتَلَمَتْ ؟ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا رَأَتِ الْمَاءَ . فَغَطَّتْ أُمُّ سَلَمَةَ تَعْنِي وَجْهَهَا ، وَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَوَتَحْتَلِمُ الْمَرْأَةُ ؟ قَالَ : نَعَمْ , تَرِبَتْ يَمِينُكِ فَبِمَ يُشْبِهُهَا وَلَدُهَا “

Aisyah Radhiyallahu’anhu berkata : “Wanita terbaik adalah wanita Anshar. Mereka tidak terhalangi oleh rasa Malu untuk mempelajari agama.”

Dari Ummu Salamah bahwasanya Ummu Sulaim datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dan berkata : “Wahai Rasulullah, Sesungguhnya Allah tidak malu dalam menjelaskan kebenaran. Apabila seorang wanita mimpi basah apakah dia juga harus mandi?” Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab : “Apabila ia melihat air mani, maka dia wajib mandi.” (Mendengar pernyataan itu) Ummu Salamah menutup wajahnya dan bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah wanita juga mimpi basah?” Beliau menjawab : “Iya, bagaimana kamu ini. Kalau tidak bagaimana mungkin seorang anak mirip dengan ibunya?”

[Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah dalam shahih nya, hadits no 130]

Hadits no 34

Majelis Ilmu adalah Taman – Taman Surga

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda :

إذا مررتم برياض الجنّة فارتعوا

“Apabila kalian bertemu dengan taman – taman Surga, maka singgahlah.”

قالوا : وما رياض الجنّة ؟

Para sahabat bertanya : “Apa yang dimaksud taman – taman Surga?”

قال : حلق الذّكر

Beliau menjawab : “Majelis Dzikir”

[Diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi rahimahullah didalam sunan nya, hadits no 3510. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani didalam Shahih Sunan at-Tirmidzi hadits no 3510]

Catatan : Imam Atha’ rahimahullah berkata : “Yang dimaksud dengan majelis dzikir adalah majelis halal dan haram. Bagaimana membeli, bagaimana kamu menjual, bagaimana kamu shalat, puasa, haji, menikah, mentalak dan lainnya.”

Hadits no 35

Mengikat Ilmu dengan mencatatan, memahami dan menghafalnya.

عن عبد الله بن عمرو قال : كنت أكتب كل شيء أسمعه من رسول الله صلى الله عليه وسلم أريد حفظه , فنعتنى قريش وقالوا : تكتب كلّ شيء سمعته من رسول الله صلى الله عليه وسلم , ورسول الله صلى الله عليه وسلم بشر يتكلّم في الغضب والرّضا؟ فأمسكت عن الكتب فذكرت ذلك لرسول الله صلى الله عليه وسلم , فأومأ بأصبعه إلى فيه وقال : ” أُكْتُبْ فَوَ الَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ , مَاخَرَجَ مِنْهُ إِلاَّ حَقٌّ “

Dari Abdullah bin Umar –Radhiyallahu’anhu- ia berkata : “Aku menulis segala apapun yang aku dengar dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam dan aku bermaksud menghafalnya. Kemudian masyarakat Quraisy melarangku. Mereka mengatakan : “Kamu menulis segala sesuatu yang kamu dengar dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam, sementara Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam adalah manusia yang terkadang ia berbicara dalam keadaan marah dan terkadang ridha?” Kemudian aku berhenti menulis. Kemudian hal tersebut aku ceritakan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam. Saat itu beliau menujuk mulutnya dan beliau bersabda : “Tulislah, Sesungguhnya Demi Dzat yang jiwa ku berada didalam genggaman tangan-Nya. Tidak ada yang keluar dari ku melainkan kebenaran.”

[Diriwayatkan oleh Imam ad-Darimi rahimahullah didalam Sunan nya, hadits no 501. Dishahihkan oleh Husain Salim dalam takhrij Sunan ad-Darimi hal 429. Dalam sebagian cet hadits ini no 484. Diriwayatkan juga oleh Imam Abu Daud rahimahullah didalam Sunan nya, hadits no 3646. Dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Abu Daud 2/408. Dishahihkan juga oleh Syaikh Syuaib hafizhahullah didalam Takhrij Sunan Abu Daud 4/489-490. Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad rahimahullah didalam Musnad nya, hadits no 6510. Dishahihkan oleh Syaikh Syu’aib dan kawan – kawan dalam Takhrij Musnad 11/57-58]

Hadits no 36

Mengkhususkan majelis buat para wanita.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ : قَالَتِ النِّسَاءُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : غَلَبَنَا عَلَيْكَ الرِّجَالُ ، فَاجْعَلْ لَنَا يَوْمًا مِنْ نَفْسِكَ . فَوَعَدَهُنَّ يَوْمًا لَقِيَهُنَّ فِيهِ فَوَعَظَهُنَّ وَأَمَرَهُنَّ ، فَكَانَ فِيمَا قَالَ لَهُنَّ : ” مَا مِنْكُنَّ امْرَأَةٌ تُقَدِّمُ ثَلاَثَةً مِنْ وَلَدِهَا إِلاَّ كَانَ لَهَا حِجَابًا مِنَ النَّارِ .” فَقَالَتْ : امْرَأَةٌ وَاثْنَتَيْنِ ؟ فَقَالَ : وَاثْنَتَيْنِ

Dari Abu Sa’id al-Khudri –Radhiyallahu’anhu- ia berkata : Para Wanita berkata kepada Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam : “Waktu anda, anda habiskan untuk mengajari kaum laki – laki, maka sediakanlah buat kami waktu anda sehari saja untuk mengajari kami” Maka beliau menetapkan satu hari untuk mereka. Lalu beliau memberi nasehat dan memerintahkan mereka. Diantara yang beliau sampaikan kepada mereka adalah : “Barangsiapa diantara kalian para wanita yang didahului (ditinggal mati) oleh tiga orang anak nya, maka anak – anak itu pasti akan menjadi penghalang antara dirinya dengan api neraka.” Seorang wanita bertanya : “Bagaimana kalau dua orang yang meninggal?” Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam menjawab : “Dua juga demikian.” [Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari rahimahullah dalam shahih nya, hadits no 101]

Hadits no 37

Bahaya Menantang Kebenaran Setelah Jelas Kebenaran Tersebut

عن عائشة قالت : قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : ” إنّ أبغض الرّجال إلى الله الألدّ الخصم ”

Dari Aisyah Radhiyallahu’anha, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Orang yang paling di benci oleh Allah adalah penentang yang paling keras.” [Shahih : Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah didalam shahih nya, hadits no 6780]

Hadits no 38

Orang Belajar Ilmu Agama dan Mengajar Ilmu Agama, Terhindar dari Laknat Allah Subhanahu wa ta’ala.

أبا هريرة يقول : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول :
أَلاَ إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ , مَلْعُونٌ مَا فِيهَا , إِلاَّ ذِكْرُ اللَّهِ , وَمَا وَالاَهُ , وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ

Abu Hurairah berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ketahuilah, Sesungguhya Dunia itu terlaknat dan terlaknat pula apa yang ada didalamnya, kecuali orang yang berdzikir kepada Allah dan apa yang semisalnya, dan seorang ‘alim atau orang yang belajar ilmu syar’i.”

[Hasan : Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi rahimahullah didalam sunan nya hadits no 2322, Diriwayatkan juga oleh Imam Ibnu Majah didalam sunan nya, hadits no 4112, Dihasankan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah didalam beberapa tempat didalam kitab nya, diantara Shahih Sunan at-Tirmidzi 2/533 dan juga Syaikh Syuaib hafizhahullah didalam takhrij sunan ibnu majah 5/231]

Secara bahasa, laknat bermakna “jauh dan tersingkir dari kebaikan”, atau “tersingkir dan jauh dari Allah Subhanahu wa ta’ala”. Maka orang-orang yang dilaknat oleh Allah Subhanahu wa ta’ala akan tersingkir dan jauh dari rahmat-Nya dan dia berhak mendapatkan azab (siksa) Allah Subhanahu wa ta’ala.

Hadits no 39

Ilmu itu adalah kenikmatan dari Allah, maka hendaklah selalu menjaga keikhlasan.

عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ ، قَالَ : تَفَرَّقَ النَّاسُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، فَقَالَ لَهُ نَاتِلُ أَهْلِ الشَّامِ : أَيُّهَا الشَّيْخُ ، حَدِّثْنَا حَدِيثًا سَمِعْتَهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : نَعَمْ ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، يَقُولُ : إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ رَجُلٌ اسْتُشْهِدَ ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا ، قَالَ : فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا ؟ ، قَالَ : قَاتَلْتُ فِيكَ حَتَّى اسْتُشْهِدْتُ ، قَالَ : كَذَبْتَ ، وَلَكِنَّكَ قَاتَلْتَ لأَنْ يُقَالَ جَرِيءٌ ، فَقَدْ قِيلَ , ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ ، وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا ، قَالَ : فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا ؟ ، قَالَ : تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ ، قَالَ : كَذَبْتَ ، وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ , وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ ، فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ ، وَرَجُلٌ وَسَّعَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَعْطَاهُ مِنْ أَصْنَافِ الْمَالِ كُلِّهِ ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا ، قَالَ : فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا ؟ ، قَالَ : مَا تَرَكْتُ مِنْ سَبِيلٍ تُحِبُّ أَنْ يُنْفَقَ فِيهَا إِلاَّ أَنْفَقْتُ فِيهَا لَكَ ، قَالَ : كَذَبْتَ ، وَلَكِنَّكَ فَعَلْتَ لِيُقَالَ هُوَ جَوَادٌ ، فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ ثُمَّ أُلْقِيَ فِي النَّارِ .”

Dari Sulaiman bin Yasar, dia berkata : “Ketika orang – orang telah beranjak pergi dari hadapan Abu Hurairah, berkatalah Natil seorang penduduk Syam, dia bertanya : “Wahai Syaikh, sampaikanlah kepada ku sebuah hadits yang pernah engkau dengar dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam.!” Abu Hurairah menjawab : “Baiklah, aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya orang yang pertama kali dihisab pada hari kiamat kelak adalah orang yang mati syahid (dimedan perang). Kemudian dia diperlihatkan semua kenikmatan yang pernah Allah berikan kepada nya, dan dia mengakui semua nikmat itu. Lalu Allah bertanya : “Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat tersebut?” Dia (orang mati syahid) menjawab : “Aku telah berperang karena-Mu, sehingga aku mati syahid.” Allah berfirman : “Engkau Dusta (Bohong), sebenarnya engkau berperang hanya karena ingin disebut sebagai pemberani, dan engkau telah dipanggil demikian.” Kemudian Allah memerintahkan para malaikat untuk menyeret dengan wajahnya dan melemparkan nya kedalam neraka. Dan setelah itu, didatangkan seseorang yang belajar ilmu dan mengajarkan ilmu dan membaca al-Qur’an, dia akan dihisab dan diperlihatkan semua kenikmatan yang pernah Allah berikan kepadanya, dan dia mengetahui semua nikmat itu. Lalu Allah bertanya kepadanya : “Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat tersebut?” Dia menjawab : “Aku mempelajari ilmu dan mengajarkan ilmu, dan aku membaca al-Qur’an karena Mu.” Allah berfirman : “Engkau Dusta (Bohong), sebenarnya engkau belajar ilmu agar disebut Ulama, dan membaca al-Qur’an agar engkau disebut sebagai Qari’, dan engkau telah dipanggil demikian.” Kemudian Allah memerintahkan para malaikat untuk menyeret dengan wajahnya dan melemparnya kedalam neraka. Dan setelah itu didatangkan pula seseorang laki – laki yang mendapatkan keluasan rezeki dari Allah. Dia akan dihisab dan diperlihatkanlah semua kenikmatan yang pernah Allah berikan kepadanya, dan dia pun mengetahui semua nikmat itu. Lalu Allah bertanya kepada nya : “Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat tersebut?” Dia menjawab : “Aku tidak meninggalkan sedikitpun jalan yang Engkau cintai melainkan aku berinfaq padanya karena Mu.” Allah Berfirman : “Engkau Dusta (Bohong), sebenarnya engkau melakukan semua itu hanya ingin disebut sebagai seorang darmawan dan engkau telah dipanggil demikian.” Kemudian Allah memerintahkan para malaikat untuk menyeret dengan wajahnya dan melemparnya kedalam neraka.” [Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullah didalam Shahih nya, hadits no 4923 : 1905]

Hadits no 40

Ilmu yang bermanfaat, pahalanya akan mengalir terus walaupun pemilik nya sudah mati.

عن أبي هريرة أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ : صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ , أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ , أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُولَهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda : “Apabila anak Adam (seorang manusia) meninggal dunia, maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga : 1. Shadaqah Jariyah, 2. atau Ilmu yang Bermanfaat, 3.atau Anak Shaleh yang mendoakan nya.” [Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahih nya no 1631, dishahihkan oleh Imam Muslim rahimahullah]

–oOo–

Disusun Oleh : Prima Ibnu Firdaus al-Mirluny
Artikel elmuntaqa.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s