Fiqih

Menikah Beda Usia?

nikah beda usia

Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Tanya: Berapakah umur yang ideal untuk menikah bagi pemuda dan pemudi? Ini karena sebagian pemudi enggan menikah dengan pemuda yang umurnya terpaut jauh di atasnya. Demikian pula sebagian pemuda tidak mau menikahi pemudi yang umurnya terapaut jauh darinya. Kami meminta penjelasan Syaikh. Semoga Allah membalas kebaikan Syaikh.

Jawab: Saya menasehatkan kepada para pemudi untuk tidak menolak lamaran hanya karena pemuda yang melamar lebih tua umurnya, seperti lebih tua 10 tahun, 20 tahun, atau 30 tahun. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Aisyah radhiyallahu ‘anha saat beliau berumur 35 tahun, sementara Aisyah radhiyallahu ‘anha berumur 9 tahun. Umur bukanlah masalah. Tidak mengapa wanita lebih tua dari lelaki dan tidak mengapa pula sebaliknya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menikahi Khadijah radhiyallahu ‘anha yang telah berusia 40 tahun saat beliau sendiri masih berumur 25 tahun, yaitu sebelum turunnya wahyu (kepada beliau). Jadi, Khadijah lebih tua 15 tahun. (Setelah Khadijah wafat,) Nabi menikahi Aisyah radhiyallahu ‘anha yang berumur 6 atau 9 tahun, dan kemudian menggaulinya ketika berumur 9 tahun, padahal ketika itu Nabi telah berusia 35 tahun.

Kebanyakan mereka yang berbicara di radio atau TV, yang menjauhi selisih umur antara wanita dan pria, semuanya itu adalah salah, mereka tidak boleh berkata seperti itu. Yang wajib adalah si pemudi melihat calon suami. Jika calon suaminya shalih dan cocok, maka selayaknya dia menyetujuinya sekalipun lebih tua daripadanya.

Demikian pula dengan pria. Hendaknya mereka mendahulukan (memilih) wanita yang shalihah sekalipun lebih tua usianya.

Oleh karena itu, umur tidak selayaknya dijadikan kendala, dan tidak selayaknya pula dijadikan aib, selama pria tersebut shalih dan wanitanya shalihah. Semoga Allah memperbaiki keadaan kita semua.

[Fatawa al-Mar’ah hal. 99]

Dialihbahasakan oleh Al Ustadz Abul Khair
Disalin dari Majalah Fatawa Vol.05, Tahun II, 1425 H/2004M
Artikel www.salafiyunpad.wordpress.com

====================================================

Oleh : Muhammad Abduh

Pertanyaan:

Assalamu’alaykum wrwb..

Ustadz yang Dirahmati Allah, saya seorang ikhwan berusia 23 tahun, berkeinginan menikahi seorang akhwat berusia 29 tahun. Sebenarnya saya tidak memiliki kendala dan sudah merasa yakin dengan pilihan tersebut karena saya insyaALLAH yakin bahwa ilmu agama yang dimiliki akhwat tersebut baik dan benar. Kendalanya adalah orang tua yang agak sedikit meragukan keputusan saya memilih akhwat tersebut.

Pertanyaan saya ustadz, apa yang sebaiknya saya lakukan menyikapi masalah tersebut?

terimakasih atas jawabannya ustadz..

wassalamu’alaykum wrwb…

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullah

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ خَطَبَ أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رضى الله عنهما فَاطِمَةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّهَا صَغِيرَةٌ ». فَخَطَبَهَا عَلِىٌّ فَزَوَّجَهَا مِنْهُ.

Dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya yaitu Buraidah bin al Hushayyib, beliau bercerita bahwa Abu Bakr dan Umar pernah melamar Fathimah, putri Nabi. Jawaban Nabi, “Dia terlalu belia”. Ketika Ali melamar Fathimah Nabi menerima dan menikahkan Fathimah dengan Ali. [HR Nasai no 3221, Al Albani mengatakan, “Sanadnya shahih”]

Hadits di atas diberi judul bab oleh Nasai sebagai berikut:

باب تَزَوُّجِ الْمَرْأَةِ مِثْلَهَا فِى السِّنِّ

“Bab bahwa seorang wanita itu dinikahkan dengan laki-laki yang usianya semisal dengannya” [Sunan Nasai hal498, Maktbah al Ma’arif Riyadh].

Yang dimaksud dengan ‘laki-laki yang usianya semisalnya’ adalah laki-laki yang selisih usianya tidak terlalu jauh.

‘Amr Abdul Mun’im Salim mengatakan, “Hendaknya wali menikahkan putrinya dengan laki-laki yang usianya serasi dengan usianya putrinya, janganlah gadis beliau dinikahkan dengan laki-laki yang lanjut usia (baca:kakek-kakek)” [Adab al Khitbah wa al Zifaf fi al Sunah al Muthahharah hal 46, Maktabah al Dhiya’ Thantha Mesir].

Dalam Hasyiyah Sindi untuk Sunan Nasai disebutkan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mempertimbangkan usia Fathimah yang terlalu belia untuk menolak lamaran Abu Bakr dan Umar. Hal ini tidak dijumpai pada Ali sehingga Nabi menikahkan Fathimah dengan Ali. Hadits ini menunjukkan bahwa kesamaan usia atau selisih usia yang tidak terlalu jauh adalah satu hal yang patut dipertimbangkan dalam pernikahan karena hal ini sangat bermanfaat untuk membantu terwujudnya keharmonisan hidup berumah tangga. Memang hal bisa saja tidak dipertimbangkan jika untuk meraih hal yang lebih utama semisal dalam pernikahan Aisyah dengan Nabi”.

Berdasarkan uraian di atas maka selisih usia di antara kalian berdua cukup jauh. Oleh karena itu pertimbangkanlah hal ini secara lebih mendalam. Namun jika Anda sudah berketetapan hati maka kami hanya bisa berpesan bertawakallah kepada Allah dan banyak-banyaklah memohon kepada Allah keharmonisan rumah tangga. Semoga Allah memberkahi pernikahan kalian berdua.

Artikel www.ustadzaris.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s