Kisah

Perjumpaan Dengan Sang Bidadari Surga

melihat-kondisi-pengantin

Mari kita simak cerita ini duhai saudaraku, Abu Idris al-Madini yang telah menceritakan hal ini :

“Seseorang dari penduduk Madinah bernama Ziyad datang kepada kami. Kami sedang memerangi dari Saqaliyah di negeri Romawi. Kami bertiga, aku, Ziyad dan seorang lagi dari penduduk Madinah mengepung kota. Suatu kali salah seorang dari kami pergi untuk mencari makanan. Ketika itu peluru lontar jatuh pas di dekat Ziyad dan pecahannya mengenai lutut Ziyad sehingga dia pingsan. Aku lalu menariknya. Temanku datang, aku lalu memanggilnya dan kami melewati jalan yang aman dari anak panah dan peluru lontar.

Siang itu kami hanya duduk diam, sementara Ziyad tidak bergerak sama sekali. Kemudian serta-merta Ziyad tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya! lalu diam! Kemudian menangis hingga air matanya tumpah! Lalu diam! Kemudian dia diam sesaat dan setelah itu tersadar dan duduk tegak.

Dia berkata: “Kenapa aku disini?” kami jawab: “Tidakkah engkau mengetahui apa yang terjadi pada dirimu?” dia menjawab: “Tidak!” Kami katakan: “Tidakkah engkau ingat peluru lontar yang jatuh di sampingmu?” dia menjawab: “Ya! Kami katakan : “Engkau terkena pecahannya hingga engkau jatuh pingsan, kemudian engkau melakukan demikian dan demikian!” dia menjawab: “Benar! Aku akan memberitahukan kepada kalian berdua: “Aku dibawa ke suatu kamar yang terbuat dari mutiara dan intan, aku lalu diantarkan ke tempat tidur yang terbuat dari emas dan terjahit dari benang emas.

Di kedua pojok kamar tersebut terdapat dua buah bantal. Setelah aku duduk di atas tempat tidur itu, aku mendengar suara gemerincing perhiasan dari samping kananku. Dari sana keluar seorang gadis. Aku tidak tahu mana yang lebih indah; kecantikan gadis itu, pakaiannya atau perhiasannya! Dia lalu berjalan ke arah pojok kamar.

Dia memberi salam kepadaku dan berkata: “Selamat datang wahai orang yang tidak pernah memohon kami kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, padahal kami tidak seperti fulanah -istrinya-!” ketika dia mengingatkan aku akan istriku dengan ungkapannya, aku tertawa. Dia lalu mendatangiku dan duduk di samping kananku. Aku bertanya kepadanya: “Siapa kamu?” dia menjawab: “Aku adalah madu bagi istrimu!” Ketika aku menjulurkan tanganku untuk menjamahnya, dia berkata: “Tunggu sebentar! Engkau akan mendatangi kami di waktu zhuhur.” Akupun menangis setelah dia selesai bicara.

Kemudian aku mendengar lagi suara gemerincing perhiasan dari samping kiriku. Ternyata dari sana keluar juga seorang gadis serupa dengan gadis yang pertama, berbicaranya sama. Aku juga melakukan seperti yang aku lakukan pada gadis yang pertama; aku tertawa ketika dia menyebutkan tentang istriku. Dia duduk di samping kiriku. Ketika aku menjulurkan tangan untuk menjamahnya, dia mengatakan: “Tunggu sebentar! Engkau akan mendatangi kami di waktu zhuhur,” maka akupun menangis.”

Ziyad terus duduk bersama kami dan berbicara. Ketika terdengar suara adzan, dia terbaring dan mati.” Abdul Karim mengatakan: “Ada seseorang yang menceritakan kisah ini kepada kami dari Abu Idris al-Madini. Kemudian dia mendatangiku dan berkata kepadaku: “Maukah engkau datang kepada Abu Idris dan mendengar langsung darinya?” akupun mendatanginya dan mendengar langsung darinya.”[1]

[1]. Sanadnya hasan sampai kepada Abu Idris. Diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak dalam kitab al-Jihad, nomor: 145. Sanadnya hasan, hanya saja Abu Idris al-Madini tidak saya ketemukan biografinya.

Sumber : “Kisah Mereka Yang Hidup Lagi Setelah Mati”, Penulis: Abu Bakar Ibn Abid Dunya Penerbit: Pustaka Salafiyah, hal. 75-78.

Sumber Tulisan : Catatan Ustadz Habibi Ihsan Disini
Artikel elmuntaqa.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s