Ruqyah dan Metafisis

Liver Temanku Diganti Dengan Hati Ayam

Memindahkan Penyakit ke Hewan

Peristiwa yang pernah saksikan ketika melihat praktek pengobatan yang dilakukan oleh seorang  perempuan paruh baya, yang dikenal ahli pengobatan alternative.

Bermula ketika teman saya divonis dokter menderita sakit lever, diperutnya sudah tampak pembengkaan. Berbagai upaya pengobatan medis sudah dilakukan, tetapi masih belum menunjukan hasil yang positive. Menurut dokter yang merawat kemungkinan sembuh hanya dapat dilakukan cangkok hati, tetapi biayanya cukup mahal dan harus dilakukan diluar negeri. Akhirnya pilihan jatuh ke pengobatan alternative.

Sebetulnya saya sudah menyarankan agar berhati hati dalam mencari pengobatan alternative, karena banyak kasus pengobatan alternative, yang sejatinya hanya praktek penipuan yang dikemas dengan metode pengobatan. Kalaupun ada yang benar, jumlahnya hanya dalam hitungan jari.

Setelah mencari kesana kemari, akhirnya teman saya mendapat informasi, di daerah Gandul pinggiran Jakarta Selatan, ada seorang wanita  yang membuka praktek pengobatan alternative yang katanya bagus dan mujarap. Mula mula saya dan keluarga teman saya  melakukan survey dan menemukan lokasi yang dimaksud.

Dari pembicaraan antara keluarga teman saya dengan si paranormal, disepakati dilakukan pencakokan hati, dengan biaya delapan juta dan akan dilaksanakan tiga hari mendatang, terhitung sejak kesepakatan hari itu.  Alasan menunggu sampai tiga hari karena paranormal  itu terlebih dahulu harus membeli dan mengambil hati yang akan dicangkokan di Rumah Sakit terkenal di Bandung. Dalam hati saya bertanya, apa benar RS terkenan di Bandung mau memperjual-belikan organ tubuh yang natabene praktek semacam ini masih dilarang di negara kita. Paranormal itu juga menjanjikan kalau operasi pencakokan hanya butuh waktu sepuluh menit. Secara pribadi saya tidak yakin atas kebenaran pengobatan ini, tetapi tentu hal ini tidak saya  ungkapkan, karena nanti akan menyinggung perasaan keluarga teman saya.

Pada hari H saya dan keluarga pasien ikut mengantar ke lokasi untuk menjalani operasi pencangkoaan. Pagi itu belum ada pasien lain. Kami yang datang pertama, baru kemudian beberapa  pasien lain datang, menunggu giliran

Kebohongan paranormal itu mulai terkuak, ketika saya mendapat info dari sopir pribadi si paranormal, bahwa tenyata selama tiga hari kebelakang si ibu paranormal itu tidak pernah pergi keluar kota, termasuk ke salah satu RS di Bandung yang katanya untuk mengambil hati yang akan dicangkokan.

Tindakan operasi yang sedianya akan dimulai jam sepuluh pagi belum juga dilakukan, si paranormal masih sibuk dibelakang. Sambil menunggu pelaksanaan operasi saya jalan di halaman belakang dan sempat mendengar suara ayam dipotong. Kira kira sepuluh menit, paranormal itu datang menuju kamar yang akan digunakan untuk operasi, dengan membawa baskom yang tertutup, sehingga isinya tidak dapat saya lihat, kemudian  menjinjing ember kecil yang warnanya sudah kusam, didalam ember tampak gunting besar ( seperti gunting untuk memotong kain ) yang kedua sisi nya sudah karatan, juga ada segepok kain kasa, gulungan plastik, kain lap dan plester. Terus terang saya miris melihat peralatan operasi sang paranormal, kotor, bau amis, karatan dan jauh dari hygiene, tetapi saya tidak bisa berbuat banyak.

Tiba saat pelaksanaan operasi, si pasien disuruh tiduran dibalai, kedua matanya ditutupi bantal dan tidak boleh melihat sampai pelaksanaan operasi selesai. Semua keluarga disuruh keluar, pintu dan jendela ditutup rapat. Saya memberanikan diri mencoba memohon agar dapat mendampingi pasien saat pelaksaan operasi, tapi tidak di ijinkan.

Ketegangan yang dialami keluarga pasien sangat terasa, termasuk saya sendiri  saat menunggu pelaksanaan operasi. Hanya kira kira 10 menit pintu dibuka dan operasi pencakoan hati selesai, tidak kurang satu apapun. Saya terkesima, ternyata teman saya yang baru saja menjalani operasi tampak segar bugar, tanpa menunjukan rasa sakit atau kelelahan, sebagaimana layaknya pasien yang baru menjalani operasi. Dia langsung turun dari balai balai dan berjalan, tampak diperut sebelah kiri ditutup kain kasa tebal yang diplester serta banyak bekas darah, bahkan masih menetes.

Karena penasaran, saya mendatangi si paranormal, dan langsung minta ditunjukan bekas hati yang rusak yang katanya telah diambil dari tubuh pasien untuk diganti hati yang sehat. Saya terbelalak mana kala yang diperlihatkan  sepotong hati ayam yang masih segar. Saya jadi teringat, sebelum pelaksanaan operasi terdengar suara ayam dipotong, apa hati ayam itu yang diambil untuk menipu pasien. ? Lebih dibuat heran lagi ketika melihat bekas luka yang ditutup kain kasa ada disebelah kiri, kalaupun memang benar dilakukan operasi pencangkokan hati, semestinya lukanya ada di sebelah kanan karena organ hati terdapat disebelah kanan.

Dalam mobil menuju perjalanan pulang, teman saya menceriterakan saat pelaksanaan operasi, dia sama sekali tidak merasakan sakit, apa lagi merasakan perutnya dibedah. Dia hanya merasakan perutnya seperti diguyur air,  tapi berbau amis dan agak kental. Dia juga mendengar seperti bunyi kain, dipotong kemudian perut yang tadi bekas kena guyuran air seperti ditutup kain dan diplester Si paranormal itu juga wanti wanti agar perbannya tidak dibuka selama satu minggu. Selama menjalani operasi teman saya  juga seratus persen sadar.

Saya mencoba mereka-reka, mulai saat sebelum pelaksanaan operasi, saya mendengar suara ayam dipotong sampai kejanggalan yang saya saksikan setelah operasi, akhirnya saya simpulkan teman saya memang tidak menjalani pembedahan, dia hanya disuruh berbaring kemudian perutnya disiram dengan darah ayam yang masih segar, selanjutnya diperutnya ditutup kain kasa, sehingga  tampak  seolah olah seperti pasien yang baru saja melakukan operasi. Teman saya juga dibekali obat jalan untuk diminum 4 kali 1 tablet sehari, dari tulisan dikemasan obat itu, menunjukan jenis obat antibiotic ( Amoxan )

Setelah satu minggu perban dibuka, tidak tampak sedikitpun luka goresan bekas operasi, bahkan perkembangan kesehatannya ternyata belum juga ada perubahan sama sekali, pada akhirnya dirujuk di rumah sakit kembali hingga akhir hayatnya

Belakangan saya dapat Informasi, Ibu yang berpraktek sebagai ahli pengobatan alternative itu dulu pernah bekerja sebagai pembantu perawat di salah satu RS  di Jakarta, wajar dia tau sedikit perihal obat obatan. Berkat promosi dari temannya eks karyawan RS,  paranormal ini juga sering mendapatkan limpahan pasien dari RS yang secara medis penyakitnya sulit dilakukan pengobatan. Pantas saja kalau digarasi rumah yang tampaknya sederhana itu, tersimpan 5 unit mobil, tiga diantaranya tergolong mobil mewah.

Sumber : kesehatan.kompasiana.com
Artikel elmuntaqa.wordpress.com

Silahkan simak artikel terkait : Membongkar Penyimpangan dan Penipuan Praktik Pengobatan Transfer Penyakit ke Hewan

One thought on “Liver Temanku Diganti Dengan Hati Ayam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s