Kumpulan Fatwa Ulama

Fatwa Ulama : Hukum Anjing Laut dan Babi Laut

image

Fatwa Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan

Soal :

Firman Allah Ta’ala:

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ

Dihalalkan bagimu buruan laut dan makanan yang ada di laut.” (QS. Al Maidah: 96)

Apakah ayat ini mencakup juga babi laut [1] dan anjing laut [2]?

Jawab :

Setiap hewan yang hanya hidup di laut maka termasuk shaydul bahr (buruan laut). Karena tidak ada dalil yang mengecualikannya. Sebagian ulama mengatakan bahwa buaya dan ular air tidak boleh dimakan, namun tidak ada dalil khusus mengenai hal ini.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam konteks umum:

أُحِلَّ لَكُمْ صَيْدُ الْبَحْرِ

Dihalalkan bagimu buruan laut dan makanan yang ada di laut.” (QS. Al Maidah: 96)

Dan yang dimaksud shaydul bahr (buruan laut) adalah hewan-hewan yang hanya hidup di air. Adapun buaya, dia hidup di darat dan juga di air sehingga lebih diunggulkan sisi pelarangannya. Adapun hewan yang hanya hidup di air maka halal hukumnya tanpa pengecualian. Demikian.

Sumber : http://www.alfawzan.af.org.sa/node/2538

Catatan :

[1] Babi laut (scotoplanes) bukanlah babi, ia termasuk Echinodermata (sejenis dengan bintang laut dan teripang). Dan ia hanya hidup di air. Simak: http://en.wikipedia.org/wiki/Scotoplanes

[2] Anjing laut bukanlah anjing, ia adalah mamalia laut. Dan ia hanya hidup di air. Silakan simak: http://id.wikipedia.org/wiki/Anjing_laut

Penyusun : Yulian Purnama
Sumber : muslim.or.id
Artikel elmuntaqa.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s