Hadits · Soal Jawab

Hadits Dha’if : Ibadah Sunnah Di Bulan Ramadhan Bernilai Seperti Ibadah Wajib

image

Amal Sunnah Bernilai Wajib di Bulan Ramadhan, Hadits Dhaif?

Pertanyaan :

Sya mendegar kultum. Pak Ustad menyampaikan, ketika ramadhan, amal sunah dinilai seperti amal wajib. Dan amal wajib dilipatkan 70 kali. Apa itu benar?

Jawaban :

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du.

Hadits ini sangat terkenal di masyarakat, karena banyak khatib yang menggunakannya. Haditsnya cukup panjang, menyebutkan berbagai keutamaan bulan Ramadhan. Pernyataan yang anda sebutkan, bagian dari potongan hadits tersebut, yang bunyinya:

ﻣَﻦ ﺗﻘﺮَّﺏ ﻓﻴﻪ ﺑﺨﺼﻠﺔٍ ﻣﻦ ﺧِﺼﺎﻝ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻛﺎﻥ ﻛﻤَﻦ ﺃﺩَّﻯ ﻓﺮﻳﻀﺔً ﻓﻴﻤﺎ ﺳﻮﺍﻩ ، ﻭﻣَﻦ ﺃﺩَّﻯ ﻓﺮﻳﻀﺔً ﻛﺎﻥ ﻛﻤَﻦ ﺃﺩَّﻯ ﺳﺒﻌﻴﻦ ﻓﺮﻳﻀﺔً ﻓﻴﻤﺎ ﺳﻮﺍﻩ

“Siapa yang melakukan ibadah sunah, nilainya seperti orang yang melakukan ibadah wajib di selain ramadhan. Dan siapa yang melaksanakan yang wajib, nilainya seperti orang yang melaksanakan 70 kali ibadah wajib di selain ramadhan.”

Status Keshahihan Hadits

Dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dhaifah dijelaskan,

“Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Muhamili dalam Al-Amali (Jilid 5, no.50) dan Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya (no. 1887). Ibnu Khuzaimah berkomentar, ‘Andaikan shahih, bisa menjadi dalil’.

Juga diriwayatkan oleh Al-Wahidi dalam Al-Wasith, 1/640.

Sanad hadits ini dhaif karena adanya perawi bernama Ali bin Zaid bin Jada’an. Orang ini dhaif, sebagaimana keterangan Imam Ahmad dan yang lainnya. Imam Ibnu Khuzaimah telah menjelaskan, ‘Saya tidak menjadikan perawi ini sebagai dalil, karena hafalannya jelek’.” [Silsilah Al-Ahadits Adh-Dhaifah, 2/263].

Keterangan lain disampaikan al-Hafidz Ibnu Hajar,

ﻣﺪﺍﺭﻩ ﻋﻠﻰ ﻋﻠﻰِّ ﺑﻦ ﺯﻳﺪ ﺑﻦ ﺟﺪﻋﺎﻥ ﻭﻫﻮ ﺿﻌﻴﻒ ﻭﻳﻮﺳﻒ ﺑﻦ ﺯﻳﺎﺩ ﺍﻟﺮﺍﻭﻯ ﻋﻨﻪ ﺿﻌﻴﻒ ﺟﺪﺍ ﻭﺗﺎﺑﻌﻪ ﺇﻳﺎﺱ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻐﻔﺎﺭ ﻋﻦ ﻋﻠﻰ ﺑﻦ ﺯﻳﺪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﺒﻴﻬﻘﻰ ﻓﻰ ﺷﻌﺐ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺣﺠﺮ : ﻭﺇﻳﺎﺱ ﻣﺎ ﻋﺮﻓﺘﻪ

“Hadits ini berputar pada seorang perawi bernama Ali bin Zaid bin Jada’an, dia dhaif. Sementara Yusuf bin Ziyad yang meriwayatkan dari Ali bin Zaid, sangat dhaif. Sanad lain yang menyertai dari Iyas bin Abdil Ghaffar dari Ali bin Zaid seperti yang diriwayatkan Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman. Namun al-Hafidz Ibu Hajar mengatakan, ‘Tentang Iyas, saya tidak tahu’.” [Jam’ul Jawami’, no. 711].

Mengingat haditsnya dhaif, maka kita hindari untuk menyebut hadits ini sebagai sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Agar kita tidak termasuk orang yang disebut oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai salah satu pendusta.

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻣﻦ ﺣﺪَّﺙَ ﻋﻨِّﻲ ﺑﺤﺪﻳﺚٍ ﻭَﻫﻮَ ﻳﺮﻯ ﺃﻧَّﻪُ ﻛﺬِﺏٌ ﻓَﻬﻮَ ﺃﺣﺪُ ﺍﻟْﻜﺎﺫﺑﻴﻦِ

“Barangsiapa yang menyampaikan hadits dariku suatu hadits yang ia sangka bahwa itu dusta, maka ia salah satu dari dua pendusta.” [HR. Muslim dalam Muqaddimah shahihya].

Allahu a’lam.

–oOo–

Dijawab Oleh : Ustadz Ammi Nur Baits
Judul Asli : Amal Sunnah Bernilai Wajib di Bulan Ramadhan, Hadits Dhaif?
Sumber : konsultasisyariah.com
Artikel elmuntaqa.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s