Jejak Salafush Shalih

Kemesraan Salaf Di Siang Hari Bulan Ramadhan

image

Kemesraan Salaf Di Siang Hari Bulan Ramadhan

👉 Umar bin Al-Khatthaab pernah bangkit syahwatnya lalu mencium isterinya saat sedang puasa. Maka beliau datang mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa alihi wasallam tentang hal besar yang dilakukannya, lantas Rasulullah tidak melarangnya. [HR. Ahmad 1/136, 354, 132, 350 dalam Musnadnya, “Sunanul Kubra” Al-Imam Al-Baihaqi 4/218]

👉 Ibnu Hazm Al-Andaluusi meriwayatkan dari Yahya bin Sa’iid Al-Qatthaan, dari Hubaib bin Syihaab dari bapaknya, bahwa beliau mengatakan, “Aku bertanya kepada Abu Hurairah tentang seorang pria yang mendekat kepada isterinya saat puasa? Beliau menjawab, “Bahkan aku melumati kedua bibir isteriku sedang aku berpuasa.”

Dari jalan yang shahih riwayat Sa’ad bin Abi Waqqaash bahwa beliau ditanya:

سئل أتقبل و أنت صائم ؟ قال : نعم ، و أقبض على متاعها

“Apakah engkau mencium isterimu saat berpuasa? Beliau menjawab, “Ya aku menciumi isteriku, bahkan aku meremas kemaluannya.” [Al-Muhalla 6/212 tahqiq Syaikh Ahmad Syaakir]

👉 ‘Aisyah ummul mu’minin membimbing keponakannya, yaitu Abdullah bin Abdurrahman bin Abi Bakr As-Shiddiq, agar mencium dan bermesraan dengan isterinya yakni ‘Aisyah bintu Thalhah (wanita tercantik di masa itu) ketika sedang berpuasa. [Lihat Al-Muwattha’ Imam Maalik]

👉 Imam dari kalangan Taabi’iin yakni Jaabir bin Zaid:

سئل جابر بن زيد عن رجل نظر إلى امرأته في رمضان فأمنى من شهوتها هل يفطر ؟ قال : لا ، و يتم صومه. أخرجه ابن أبي شيبة

“Jaabir bin Zaid pernah ditanya tentang seseorang yang memandangi isterinya di bulan Ramadhan sampai keluar mani karena syahwatnya, apakah batal puasanya?” Jaabir menjawab, “Tidak dan hendaknya ia sempurnakan puasanya.” [Riwayat Ibnu Abi Syaibah dalam “Mushannaf” no. 9480, para perawinya tsiqah selain Habiib bin Abi Habiib Yaziid Al-Jarami sehingga sanad hadits ini hasan, Ibnu Hajar Al-‘Asqalaani membawakan riwayat ini dalam “Al-Fath” 4/151]

Dan masih banyak lagi atsar lainnya yang menunjukkan kemesraan di siang hari bulan Ramadhan adalah perkara yang mubah. Namun hal itu harus dihindari jika seseorang khawatir tidak mampu mengendalikan syahwatnya sehingga terjadi jimaa’ dengan isterinya, wa billaahit tawfiq.

–oOo–

Penulis : Fikri Abul Hasan
Sumber : WhatsApp المدرسة السلفية
Artikel elmuntaqa.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s