Ilmu Ushul

Melakukan Larangan dan Meninggalkan Kewajiban Karena Lupa

Oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Barangkali ada yang pernah melakukan kesalahan atau dosa, namun dilakukan dalam keadaan lupa. Apakah keadaan seperti itu, ia dihukumi ahli maksiat? Begitu pula ada yang meninggalkan kewajiban karena lupa, apa ia mesti mengerjakannya atau menggantinya? Ibnu Taimiyah membawakan suatu kaedah yang patut kita ingat, مَنْ فَعَلَ مَحْظُورًا نَاسِيًا لَمْ… Continue reading Melakukan Larangan dan Meninggalkan Kewajiban Karena Lupa

Ilmu Ushul

Kaedah Menggabungkan Niat

Kaedah yang diajarkan berikut adalah di antara kaedah yang menunjukkan bagusnya ajaran Islam dan bagaimana agama ini selalu membawa kemudahan bagi hambanya. Yang menunjukkan kemudahan Islam, niat untuk satu ibadah bisa masuk pada ibadah lainnya. Artinya cukup satu niat, kita bisa mengerjakan dua ibadah sekaligus. Faedah bermanfaat yang bisa kami susun dari penjelasan Syaikh ‘Abdurrahman… Continue reading Kaedah Menggabungkan Niat

Ilmu Ushul

Kaedah Fikih (3) – Ketika Dua Maslahat Bertabrakan

Oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Kaedah selanjutnya dalam kaedah fikih yang bisa diingat adalah mengenai pertimbangan maslahat. Jika kita bisa melakukan banyak kebaikan dalam satu waktu, maka alhamdulillah. Namun terkadang, kita mesti menimbang-nimbang kebaikan mana yang mesti kita lakukan karena mengingat tidak semuanya dilakukan bersamaan. Ketika bertabrakan antara melakukan shalat sunnah dan tholabul ilmi… Continue reading Kaedah Fikih (3) – Ketika Dua Maslahat Bertabrakan

Ilmu Ushul

Kaedah Fikih (2) – Seluruh Ajaran Islam Mengandung Maslahat

Oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Ajaran Islam sungguh adalah ajaran yang sangat indah. Setiap hukum yang ada tidaklah ada yang sia-sia. Mulai dari hal pakaian, penampilan, kebersihan dan ibadah, semua telah diajarkan. Dan semua ajaran tersebut mengandung maslahat dan bertujuan untuk meniadakan bahaya bagi hamba. Jilbab misalnya tidaklah wanita diperintahkan tanpa ada maslahat, namun… Continue reading Kaedah Fikih (2) – Seluruh Ajaran Islam Mengandung Maslahat

Ilmu Ushul

Kaedah Suci dan Najis dari Asy Syaukani

Oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Kami sangat tertarik sekali dengan Fiqh Imam Besar Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani. Pernah kami bahas dalam suatu majelis tentang fiqih thoharoh dari kitab Asy Syaukani “Ad Daroril Madhiyah“. Sedikit faedah yang kami peroleh sengaja kami tuangkan dalam tulisan ini. Faedah pertama : فَإِنَّ أَصْلَ عُنْصُرِ المَاءِ طَاهِرٌ مُطَهِّرٌ… Continue reading Kaedah Suci dan Najis dari Asy Syaukani

Ilmu Ushul

Kaedah Fikih (1) – Niat Syarat Seluruh Amal

Oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Salah satu ilmu alat yang penting dipelajari adalah ilmu qowa’id fiqh (kaedah fikih). Ilmu ini amat membantu sekali untuk menyelesaikan permasalahan fikih. Dengan menguasai dan memahami kaedah, berbagai permasalahan bisa terjawab. Bahkan satu kaedah bisa berlaku untuk banyak bab. Di antara bahasan Qowa’id Fiqh yang menarik dipelajari adalah bait… Continue reading Kaedah Fikih (1) – Niat Syarat Seluruh Amal

Ilmu Ushul

Hadits Dho’if dalam Fadhilah Amal

Oleh : Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal Hadits dho’if adalah setiap hadits yang mardud (tertolak) yang tidak memenuhi syarat hadits shahih atau hadits hasan. Boleh jadi hadits tersebut terputus sanadnya, terdapat perowi yang tidak ‘adl (tidak sholih), sering berdusta, dituduh dusta, sering keliru, atau hadits tersebut memiliki ‘illah (cacat yang tersembunyi) atau riwayatnya menyelisihi riwayat perowi… Continue reading Hadits Dho’if dalam Fadhilah Amal

Ilmu Ushul

Apakah Hadits Mursal Bisa Dijadikan Hujjah?

Hadits mursal masuk dalam pembahasan hadits-hadits yang terputus sanadnya. Secara istilah, hadits mursal berarti hadits yang di akhir sanad yaitu di atas tabi’in terputus. Bentuknya adalah seperti tabi’in senior atau jenior berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda demikian atau melakukan demikian. Contohnya dapat kita lihat dalam tafsir Al Qu’ran Al ‘Azhim, Ibnu Katsir… Continue reading Apakah Hadits Mursal Bisa Dijadikan Hujjah?

Ilmu Ushul

Melakukan Larangan dan Meninggalkan Kewajiban Karena Lupa

Barangkali ada yang pernah melakukan kesalahan atau dosa, namun dilakukan dalam keadaan lupa. Apakah keadaan seperti itu, ia dihukumi ahli maksiat? Begitu pula ada yang meninggalkan kewajiban karena lupa, apa ia mesti mengerjakannya atau menggantinya? Ibnu Taimiyah membawakan suatu kaedah yang patut kita ingat, مَنْ فَعَلَ مَحْظُورًا نَاسِيًا لَمْ يَكُنْ قَدْ فَعَلَ مَنْهِيًّا عَنْهُ “Barangsiapa… Continue reading Melakukan Larangan dan Meninggalkan Kewajiban Karena Lupa